topbella

Sabtu, 27 Desember 2014

Embun Pagi ( Percakapan Kakak dan Adik Via WA)

Rasanya mengisengi sang kakak merupakan hal yang indah dalam hidupnya. Sebagaimana pagi ini, via WA ia mulai rutinitas kesukaanya tersebut.

Adik             : "Banguuuuuuun!!!!
                        Payah ! jam segini masih tidur !!
                        Kakak payah !"  *masang emot meledek*

kakak           : "hahahaha"
Adik            : "Kakaq... Ayo kerja !!! Biar bisa ngasi ana uang" *emot senyum*

Adik         : "Hu um... Cari sambilan lah, yang bisa menghasilkan uang. Biar ana bisa minta uang sama kakaq" *cengir*

Kakak         : "Insya Allah akan ada waktunya..."

Adik           : "Akannya kapan kaq??"

Kakak      : "Mumpung lagi belajar, manfaatkan waktu untuk belajar, karena belajar agama tidak dapat dilakukan setelah ini"       


Adik            : "Ya elah kak... Kan belajar seumur hidup. Jadi nyari uangnya kapan dong???" *he, si adek kelihatan deh matrenya*

Kakak         : "Belajar kan butuh guru. Mumpung gurunya masih hidup dan masih mampu mengajar. Rizki orang semuanya telah diatur oleh Allah. Tidak akan berubah sedikitpun. Kita tidak akan mati sebelum mengambil semua rezki kita yang sudsh ditakdirkan. Tapi emang benar sih sebaiknya sambil kerja."

Adik             : (Diam, tangannya mulai kaku. Tak terasa air matanya mulai mengalir. Ia mulai tersadar akan apa yang dilupakannya satu tahun belakangan ini)

Kakak        : "Siapa sih yang gak mau menyenangkan ortu, pingin dilihat sukses oleh ortu, pengen dilihat bahwa aku ini loh anakmu... Anak kecil yang dulu suka minta uang, sekarang sudah ngasih uang... Anak yang suka dibeli'in sekarang sudah bisa membelikan"

Hening.

Sang kakak melanjutkan ketikannya...

Kakak        : ""Tapi kalau cuman itu makna sukses dipikiran kita... Berarti kita masih belum dewasa. Masih belum memiliki pikiran jauh ke depan. Sukses itu adalah ketika engkau menginjakkan kedua kakimu Di Surga Allah. Itulah sukses...
Ketika engkau menyelamatkan orang tuamu dari kemurkaan Allah, itulah sukses.......
Boleh kita berpikir seperti itu, tapi jangan lupa akan sukses yang heqiqi. Saya tau kita (baca:kamu) punya banyak ambisi. Termasuk agar sukses, agar orang banyak mengambil manfaat dari ilmu yang kita miliki... Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan ikhlash karena Allah karen jika ikhlash insya Allah, Allah akan mengabulkan,,,Tapi ingat! jangan sampai dalam prosesnya ada sesuatu yang tidak Allah sukai... Karena bagaimana mungkin kita akan mendapat keridhoan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak sukai???

Belajar.... Jadikan ilmu itu bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.... Buat etta (baca : ayah) bangga... Buat dirimu tetap seperti yang dikenalnyaa dulu... Jangan berubah sedikit pun...Jangan lupa do'a...
Agar ia bahagia...
bangga...
Karena telah diberi kesempatan oleh Allah Memiliki dan membesarkan anak seperti kita... Semoga Allah mempertemukan kita kembali di surgaNya....Ditempat dimana kita bisa bercanda dan tertawa kembali tanpa dibatasi oleh waktu dan kesedihan..."

Hening

Adik       : "Aamiin"

Hanya satu kata itu yang berhasil ia ketik dengan tangan yang masih terasa kaku. Pernyataan yang tadinya ia maksudkan untuk mengisengi sang kakak di pagi hari malah dijawab dengan nasihat yang bagaikan tamparan baginya. Setahun terakhir yang begitu hebat telah ia lalui hingga tanpa sadar membuatnya lupa akan banyak hal. Ia ragu apakah yang ia jalani saat ini adalah ikhlash karena Allah ataukah karena luka yang sebenarnya tanpa ia sadari telah membekas. Namun satu hal yang selalu membuatnya bersyukur karena Allah selalu menghadirkan orang-orang yang menjadi alarm pengingat dalam setiap kelalaiannya.

                                    ***
Read More..

Senin, 01 Desember 2014

Untaian Penyejuk Jiwa

Tersenyumlah...
Apa yang engkau tangisi jika Allah dan dekat denganNya adalah sumber kebahagiaan hakiki???

Tersenyumlah...
Apa yang engkau sesali jika mencintai makhluk hingga tanpa engkau sadari membuatmu lupa kepada Allah adalah sumber kesedihan sejati???
Hapuslah kesedihan dan abaikanlah orang-orang yang tak bermanfaat untukmu.
Teruskanlah perjalananmu menuju Ar Rohman karena Dialah Dzat yang selalu dekat menemani sekalipun seluruh manusia menjauh...



Saudariku, janganlah engkau berkecil hati karena merasa terlambat mengenal manhaj yang haq ini...
Janganlah engkau berputus asa untuk memperoleh keutamaan...

Sungguh, jika Allah memberikanmu ni'mat dengan begitu mudah untuk menangis tatkala bersimpuh di hadapanNya, ni'mat apa lagi yang engkau cari yang lebih besar dari itu??? Ni'mat apa lagi yang lebih besar dari ketenangan qalbu yang terasa begitu indah dan damai???
Sebab tak ada yang mampu memperolehnya kecuali pemilik hati yang lembut lagi lapang sedangkan lamanya menuntut ilmu bukanlah jaminan seseorang memperoleh ni'mat tersebut.
Read More..

Kamis, 27 November 2014

Feeling Wonderfull

Rasa yang telah lama pergi akhirnya kini hadir kembali

Walau kadarnya tak sama besarnya seperti dulu, setidaknya ia masih mau kembali mengisi kekosongan yang menunggu datangnya penyejuk hati

Semoga rasa ini tetap bersemayam memberikan rasa nikmat yang menentramkan jiwa sampai akhir hayat nanti
Read More..

Rabu, 26 November 2014

Jagalah Pintu Surgamu !

          Pernakah kita merenungkan bahwa semakin kita bertambah dewasa, orang tua kita pun semakin bertambah tua. Tangan dan wajah mereka semakin keriput, dan tubuhnya pun semakin lemah. Kita tak tahu berapa lama lagi kita dapat melihat wajah-wajah tulus itu. Wajah-wajah yang selalu berusaha tersenyum dalam letih, selalu memaafkan walau lisan ini sering mengeluarkan bentakan kasar untuk keduanya. Padahal boleh jadi tatkala kita menghamburkan uang di kampung orang, saat itu orang tua kita hendak membeli sesuatu akan tetapi terpaksa ditahan karena teringat akan biaya pendidikan sang anak yang tak murah. Tatkala kita sibuk untuk bersendagurau tanpa faidah dan tertawa ria, boleh jadi saat itu ibu kita sedang menitihkan air mata di bilik kamarnya, seraya bersimpuh di hadapan Rabbnya mengeluhkan betapa pahitnya hidup yang sedang ia jalani.


Saudariku... mengapa kita begitu mudah untuk berlaku sangat ramah dan taat di hadapan para ustadzah, dosen maupun orang lain sementara di hadapan ibu, seketika kita berubah menjadi sosok yang seolah tidak memiliki rasa santun dan cinta kasih? Mengapa kita begitu pandai untuk berkata baik dan lembut kepada ikhwan yang baru saja kita kenal di jejaring sosial sedangkan kepada ibu sendiri perkataan kita begitu buruk dan kasar? 

Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda yang artinya, 

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dalam hadits lain beliau juga bersabda, “Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Pernakah terhitung sudah berapa kali kita memeluk dan mencium sayang ibu kita? Berapa kali kita memijat tubuh yang mulai ringkih itu dalam sehari? Seringkah kita membuatkan secangkir teh ataupun susu tanpa harus diperintah? 
 
Jika engkau belum pernah melakukannya, maka lakukanlah mulai dari sekarang. Berikanlah baktimu sebaik mungkin. Biasakanlah untuk memijat atau sekedar membuat minuman untuk keduanya secara rutin tanpa harus diperintah terlebih dahulu. Diawal mungkin akan terasa canggung, bahkan mungkin kita akan sering mendengar perkataa seperti “Tumben, pasti lagi ada maunya”, “Ciee, tumben baik”. Itu biasa. Perkataan yang hanya perlu kita tanggapi dengan senyuman. Yakinlah seiring berjalannya waktu dan engkau yang terus membiasakannya maka hal tersebut akan menjadi biasa dan menjadi nilai plus bagimu sebagai seorang anak. Lakukanlah hal-hal terbaik mulai dari sekarang. Bahagiakanlah keduanya dengan akhlak mulia dan prestasi yang engkau raih.

Saudariku... selagi mereka masih ada, tidakkah kita hendak membuat keduanya senantiasa tersenyum di usia tua? Sunnguh kita tak tahu kapan mereka akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya bahkan boleh jadi kita mendahului mereka tanpa sempat berkata maaf dan menunjukan bakti yang terbaik sebagai seorang anak. Semoga Allah menjadikan kita wanita-wanita sholihah calon peghuni surga. Amiin.


Read More..

Jumat, 21 November 2014

Yuk, Bertamasya Sejenak ke Taman Syurga!




Yuk, Bertamasya Sejenak Ke Taman Syurga! Untuk daerah Yogyakarta, hadirilah kajian bersama Al Ustadz Dzulqarnain -hafidzahullah- yang insya Allah akan diadakan di Mesjid Pogung Raya Sleman pada tanggal 27 November 2014 mulai pukul ba'da ashar - selesai.

“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan petang hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan orang yang telah Kami jadikan hatinya lalai dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaan mereka itu melampaui batas.” (Al Kahfi: 28)


مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscaya akan difahamkan tentang urusan agamanya.”

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambanya yang senantiasa merindukan surgaNya dan berjalan menujunya.... ^^
Read More..

Sabtu, 08 November 2014

Obrolan Pagi Ini

Seperti biasa, pagi ini kami sarapan  di asrama sambil berbincang-bincang. Dan topik pagi ini ialah masalah anak. Sebenarnya awalnya pembahasannya mengenai berita tribunnews pagi ini, tapi malah merembet ke masalah anak, hehe begitulah wanita. ^^
Fathimah      : Kasian amat kalau hamil terus minta supaya anaknya gak mirip wajah ayahnya

Husna           : Kalau dulu, salah seorang ustadzah ana pas waktu hamil selalu berdo'a supaya anaknya setampan nabi Yusuf. Eh, beneran pas lahir anaknya ganteng banget. Trus ada lagi ustadzah ana yang pas hamil berdo'a supaya anaknya mirip Bilal. Eh, beneran pas lahir suaranya bagus banget dan hitam.

Ana          : Kalau ana, cukuplah anak ana kelak menjadi 'Abdurrohman (merupakan nama yang dicintai Allah). Agar kelak ia menjadi hamba yang dicintai Allah. Sebab jika Allah mencintainya, maka Allah akan menghimpun kebaikan untuknya dan memasukkannya ke dalam surga. Dan sebagai anak yang sholih, ia tidak akan masuk ke dalam surga sebelum ana(ibunya) ikut masuk bersamanya. Seorang anak yang kelak akan memasukanku ke surga bersamanya (alasan kenapa ana berkunyah dengan Ummu 'Abdirrohman).

Husna           : Kalau ummi ana, yakin kalau anak-anaknya adalah anak-anak yang sholeh/sholehah

Kami            : Lho, kok bisa??? (sambil memasang wajah penasaran)

Husna           : Iya, soalnya dulu setiap hamil, ummi ana selalu berdo'a "Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sholeh/sholehah, kalau tidak sholeh/sholehah maka janganlah Engkau biarkan ia lahir" ^^

‪#‎GUBRAK‬!!!

Read More..

Jumat, 07 November 2014

Ya Allah, pantaskah jika aku mengatakan bahwa kini aku benar-benar lelah?


Ketika engkau tidak memiliki sisa tenaga lagi, untuk apa terus mencoba berdiri?? Duduklah dan sandarkanlah seluruh beban tubuhmu. Apa gunanya terus mencoba berdiri namun pada akhirnya engkau tetap saja terjatuh? Seribu kalipun engkau mencoba untuk berdiri pada akhirnya engkau akan terjatuh sebanyak seribu kali pula. Bukankah orang yang tidak memiliki tenaga untuk menggerakkan jarinya saja akan terasa sulit??? Apalagi untuk berdiri tegak dan berjalan?!

Istirahatlah, lepaskanlah segala bebanmu walau hanya sejenak dan kembalilah berdiri tatkala kekuatan itu telah terkumpul kembali. Setelah itu, yang harus engkau lakukan hanyalah BERLARI. Berlarilah ! Berlari sekencang yang engkau bisa. Berlarilah dengan sungguh-sungguh mengejar ketertinggalanmu, karena sebentar lagi waktumu akan segera usai. Sebelum pada akhirnya yang engkau dapati hanyalah penyesalan tiada bertepi.



#Ya Allah, pantaskah jika aku mengatakan bahwa kini aku benar-benar lelah???
Read More..

Kamis, 23 Oktober 2014

Keyakinan Seorang Pencari Kemuliaan

              Menjalani bahtera kehidupan ibarat menaiki sebuah puncak gunung. Penuh tanjakan dan jalan berbatu. Namun tak akan menjadi halangan bagi seorang pencari kemuliaan. Sebab ia yakin bahwa setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh karena kepenatan dan sakitnya menahan hawa nafsu karena Allah akan terbayar dengan sesuatu yang jauh lebih mahal. Sesuatu yang akan mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan yang abadi. Bukan sekedar kesenangan semu yang menipu.
Read More..

Minggu, 19 Oktober 2014

Coretan Pena


Betapa indahnya melihat wanita-wanita yang melangkahkan kakinya di majelis 'ilmu. Tak jarang diantara mereka mantap meninggalkan keburukan masa lalu dan mulai berjalan menuju kampung akhirat. Refleks bibir ini mengukir senyum bahagia, mata pun menjadi berkaca-kaca. Walaupun mereka tak bisa melihatnya karena tertutupi oleh cadar yang kugunakan. Saudariku, jika bukan karena rasa canggung karena kita belum saling mengenal baik, tahukah engkau batapa sangat ingin aku memelukmu dan mengatakan bahwa AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH


Read More..

Jumat, 17 Oktober 2014

Permata Salaf

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, ‘Telah berdusta orang yang mengaku mencintai-Ku, namun ketika gelapnya malam menyelimutinya dia justru terlelap dari (beribadah) kepada-Ku. Bukankah setiap pecinta menyukai menyepi berdua dengan kekasihnya? Inilah Aku, mendatangi para pecinta-Ku dengan serta-merta mengawasinya. Sesungguhnya mereka pun telah berdiri di hadapan-Ku dengan menggambarkan-Ku berada di depan mata mereka. Mereka berbicara kepada-Ku dalam keadaan (membayangkan) tengah menyaksikan-Ku dengan mata kepala mereka, mereka berbincang-bincang dengan-Ku dalam keadaan hadir menghadap. Esok Aku akan menyejukkan mata-mata mereka itu di dalam surga-surga-Ku’.”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/374)

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 63/VI/1431 H/2010, rubrik: Permata Salaf



Ahmad bin Harb bin Fairuz An Naisaburiy رحمه الله berkata:

“Aku beribadah kepada Alloh selama limapuluh tahun, maka aku tidak mendapatkan kemanisan ibadah hingga aku meninggalkan tiga perkara: Aku meninggalkan keridhoan manusia hingga akupun sanggup untuk berbicara dengan kebenaran. Dan aku meninggalkan persahabatan dengan orang-orang fasiq hingga akupun mendapatkan persahabatan dengan orang-orang sholih. Dan aku tinggalkan manisnya dunia hingga akupun mendapatkan manisnya akhirat.”

(“Siyaru A’lam an Nubala”/11/hal. 34/Biografi Ahmad bin Harb/Ar Risalah).
Read More..

Senin, 13 Oktober 2014

Teman yang Baik Adalah Ni'mat



Suatu kenikmatan yang sangat besar ialah tatkala engkau dikelilingi oleh pribadi-pribadi hebat dalam hidup. Orang-orang yang tidak menyuruhmu dengan lisan agar engkau semangat dan meraih sukses, namun dengan ucapan dan rangkaian kata-katanyalah yang mengobarkan api semangat dalam dirimu. Mereka tidak memerintahkanmu untuk berakhlak mulia, namun engkau dapat belajar bagaimana itu akhlak mulia dengan melihat gerak tubuhnya. Merekalah orang-orang hebat yang hanya dengan melihatnya saja dapat mengingatkan diri kepada Allah Ta'ala.


Apalah gunanya memiliki teman yang banyak namun membuat kita semakin lupa kepada Allah???
 Hanya memilki seorang teman namun senantiasa mengajak kita dalam kebaikan itu lebih baik daripada memiliki banyak teman yang populer namun membuat kita semakin jauh dari kebaikan 




Jazaakumullah khoyron kepada semua pribadi-pribadi hebat yang ada dalam hidupku… ^^
Read More..

Rabu, 03 September 2014

Apalah Gunanya Tertawa Jika Hati Sesungguhnya Sedang Menangis???

Salah satu hal terindah dalam hidup ini ialah tatkala engkau melakukan sesuatu tanpa tekanan apapun. Orang-orang mengenalmu apa adanya dirimu, mereka memujimu dengan apa yang mereka lihat, bukan atas kebohongan apa yang telah engkau buat untuk memuliakan diri sendiri.

Hiduplah apa adanya. Jangan memaksakan diri atas apa yang tidak engkau miliki hanya untuk mendapat simpatik dari orang-orang yang jauh dari kebaikan. Sebab orang yang sehat hatinya tidak akan melihat seseorang dari status sosialnya, malainkan dari kesholihan dan potensi yang ada pada dirinya.

Saudariku, apalah gunanya kita tertawa namun ternyata hati kita sesungguhnya sedang menangis??

Read More..

Rabu, 23 Juli 2014

Mendadak Insomnia

Tak terasa, malam ini malam ke empat ana menyandang status insomnia. Malah serasa jadi kalong. Dan taraaaaaaaaaaaa………….................................


Beginilah ana selama empat malam belakangan ini, sering keliling rumah gak jelas sehabis bosan baca dan ngotak-ngatik laptop. Semoga bukan efek ngeruqyah belakangan ini yang cukup menguras energi ^^ *ups,,,

Huft, keliling rumah semua pada tidur pulas. Coba aja boleh ngaplot foto, pengen banget ngaplot foto kakak ama adik yang lagi tertidur pulas, hihihi. Mau chat, malu. Kontaknya yang online ummahat semua, jadi gak enakan online tengah malam. Mau makan, oh…. No! Jangan ditanya ana udah makan berapa kali malam ini. Dan anehnya berat badan segitu-gitu doang alias gak nambah-nambah, masih terlihat seperti boneka Barbie #Halah ! GUBRAG!

Ternyata begini yah penderitaan orang-orang insomnia. Hiks, jadi teringat ukhty Khodijah yang tiap malam nongkrong di depan pintu kamar ana karna gak bisa tidur. Hikz, jadi kangen ukhty Khodijah #feeling sad
Dua tahun belakangan emang tahun yang super duper sibuk and suka lembur larut malam tapi nggak pernah sampe nggak bisa tidur gini, yah walaupun kadang cuman bisa tidur 3-4 jam #hikz…

Huft…

Well, sepertinya mata ini sudah semakin lelah , so mari kita akhiri tulisan tidak jebo ini. Semangaaat !!! Spirit!!! hehe

Good night sisters…..

Have a nice dream…..

Mmuuaaaaaaaaah…..
            ^_^
Read More..

Senin, 14 Juli 2014

Tidakkah Engkau Merindukan Iman yang Dahulu Pernah Bersemi dan Menyinari Jiwamu ???

Salah satu hal yang menyedihkan ialah 
tatkala kita berhenti berjalan karena kepayahan yang sangat,
sementara orang yang berubah menjadi jauh lebih baik melalui kita terus berjalan mendahului kita

Dahulu, ada seorang akhowat yang terkenal dengan semangatnya yang kuat untuk menuntut ilmu dan kebenciannya yang besar terhadap maksiat dan penentang sunnah. Istiqomah dengan hijabnya, hingga tak jarang menularkan kebaikan kepada sekitarnya. Kini, yang terlihat adalah sebaliknya. Ia jauh dari kehidupannya yang dahulu. Sedih ? Mungkin sejujurnya dia lebih sedih dari kesedihan orang lain terhadap dirinya.



Maka janganlah berbangga diri dan janganlah melecehkan saudarimu yang terlepas dari keistiqomahan, karena sungguh kita tak tahu seberapa besar kekuatannya yang tersisa untuk tetap bertahan.


Saudriku, tatkala iman itu tumbuh bersemi dan memenuhi seluruh jiwamu, maka jagalah dari segala hal yang bisa mengotorinya. Jangan pernah biarkan indahnya iman itu pergi. Jika ia berkurang, maka raihlah kembali sesegera mungkin karena tatkala manisnya iman itu hilang, boleh jadi ia tak akan datang lagi dengan kadar yang sama ataupun lebih banyak dari sebelumnya. Jangan sampai kita menjadi orang yang tatkala melihat kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang Shalih, tak ada yang mampu kita katakan kecuali “sesungguhnya dahulu akupun demikian” atau ”sesungguhnya dahulu aku pun melakukan sebagaimana yang ia lakukan bahkan lebih baik dari dirinya”

Sungguh, alangka malangnya jika kata-kata itu keluar dari lisan kita. Menangisi iman yang dahulu menyinari jiwa dan perjalanan menuju Ar Rohman yang kini sulit untuk kembali dengan kadar yang sama besarnya seperti dulu. Bahkan mungkin saja tanpa kita sadari ia telah pergi meninggalkan kita dalam belenggu nafsu dan syahwat. Na’udzubillah…
Lalu, apa yang harus aku lakukan???

Rindu…
Jika engkau merasa belum mampu untuk meraihnya kembali, setidaknya rindukanlah ia. Rindukanlah masa-masa dimana iman itu bersemi dan menyinari perjalananmu dalam dakwah ini. Kenanglah masa-masa dimana engkau merasa dekat denganNya dan selalu melakukan hal-hal positif. Rindukanlah semangat yang dulu begitu membara dalam dirimu untuk melakukan kebaikan. Karena tatkala rasa itu telah hilang dan engkau bahkan tidak merindukannya lagi, maka bersiap-siaplah untuk melihat kehancuran istana yang selama ini telah engkau bangun dengan susah payah. Karena yang dilihat dalam suatu perjuangan adalah akhirnya. Demikian pula yang dilihat dari suatu perjalanan ialah tempat terakhir ia berlabu.

Jika tidak ada pertolongan Allah pada seorang hamba,
Maka hal pertama yang ia butuhkan ialah kesungguhan dalam berupaya
Dan yakin bahwa seiringan itu pertolongan Allah akan datang untuknya


Wallahu A’lamu Bish Shawaab

Read More..

Jumat, 02 Mei 2014

Uhibbuki Fillah

Kau...
Terlalu dalam menusukku
Terlalu perlahan hingga meninggalkan sakit yang mendalam
Kau...
Terlalu manis caramu
Ku tahu kau tak sadar
tak ada keinginan di hatimu
namun cukup membuatku terpelosok dalam

Kau...
Sekalipun menusukku berulang kali...
Sayangku takkan hilang
Rasaku takkan berpaling
Karena aku menyayangimu karenaNya
Jika bukan karenaNya, niscaya telah kutinggalkan engkau dari dulu


Dalam keheningan malam di ghurfah 3 juday 2, BB 2 akhwat

Read More..

Rabu, 09 April 2014

Jika Kau Mencintaiku, Tinggalkan Aku

Jika kau mencintaiku…
Jahuilah aku…
Biarkan masing-masing dari kita dalam keta’atan…
Membiarkan diri menjemput takdir…
Mencintai sepenuh hati Dzat Pemberi Cinta dan Maha Mencintai…

Jika kau mencintaiku…
Jangan hiraukan aku…
Biar hati ini tak beharap…
Biar pikir ini tak berkhayal…
Karena semua telah ditetapkan…
Aku tak ingin mendahului takdir…

Jika kau mencintaiku…
Cintailah aku karena Allah…
Dzat yang abadi…
Agar tak pernah musnah cintaku padamu…


NB : Catatan yang ditemukan tergeletak tak berdaya di depan asrama akhowat ghurfah 3 juday 2 selepas  tahfidz subuh. 

Piyungan, 9 April 2014
Read More..

Sabtu, 29 Maret 2014

Wahai Saudariku... Pancarkanlah Cahayamu !


Jadilah wanita mulia bak permata di sisi Allah 

Bersabar dalam keta'atan dan senantiasa menebar senyuman 

Renda hatilah kepada manusia sekalipun ia mendzolimimu

Serta janganlah biarkan orang lain merasakan kepahitan yang pernah 
engkau rasakan dari mereka
Read More..

Sabtu, 15 Maret 2014

Merantaulah ( Nasehat indah Imam Syafi'i -rahimahullah-)

مَا فِي المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ                                مِنْ رَاحَةٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب

سَافِرْ تَجِدْ عِوَضاً عَمَّنْ تُفَارِقُهُ                            وَانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ                             إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

وَالأُسْدُ لَوْلَا فِرَاقُ الأَرْضِ مَا افْتَرَسَتْ                     وَالسَّهْمُ لَوْلَا فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبْ

وَالشَّمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فِي الفُلْكِ دَائِمَةً                      لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ

وَالتُرْبُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فِي أَمَاكِنِهِ                         وَالعُوْدُ فِي أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنْ الحَطَبِ

Merantaulah...

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

(Imam Syafi'i -rahimahullah-)
Read More..

Sabtu, 22 Februari 2014

Tulus Itu Indah dan Riya Itu Bencana

Inilah aku 
seperti inilah diriku 
tak ingin memakai topeng 
tak ingin hanya sekedar casing
dimanapun aku berada, beginilah aku
bukankah intinya ikhlash dan ittiba' ???
untuk apa memperbagus diri di hadapan manusia 
namun tatkala berada seorang diri dan di tengah-tengah keluarga menjadi pendosa sejati ??? 

Orang yang berhenti berjalan belum tentu karena ia tak ingin melanjutkan perjalanan 
namun boleh jadi demikinlah  caranya agar  tetap bertahan 



Read More..

Senin, 10 Februari 2014

Saatnya Menggapai Hidayah

Mungkin pernah terbesit di hati kita untuk berubah menjadi lebih baik namun lagi-lagi perubahan itu tidak terwujud dikarenakan dua kata, " BELUM SIAP ". Pernakah kita berkeinginan untuk menjadi wanita yang sempurnah? atau mendekati kesempurnaan? 
Ketahuilah ! sebenarnya hidayah itu sudah ada di depan mata kita. Akan tetapi seringkali kitalah yang mengabaikannya hingga akhirnya hidayah itu pergi dan tak kembali. Sesungguhnya keinginan untuk berubah merupakan hidayah yang berada di depan mata kita, selanjutnya tergantung kita sendiri apakah ingin menggapai hidayah tersebut dengan segera berubah dan mewujudkannya dengan tindakan nyata ataukah membiarkan hidayah itu pergi dan tidak kembali lagi.

Memang, merubah kerakter diri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan namun hal tersebut bukanlah hal mustahil untuk terjadi sebab yang terpenting adalah kesungguhan kita. Ketika kita mulai ingin berubah, misal dari orang yang egois ingin berubah menjadi orang yang rendah hati maka PASTI diawal kita melakukan perubahan akan banyak cobaan yang datang. Entah dari diri kita sendiri ataupun orang lain. Tak jarang akan sering terdengar ledekan-ledekan : cie, tumben baik ! Eh ! Alim nih, Iya Bu Haji! Ibu Ustadzah, dan kata-kata ledekan lainya. Kata-kata seperti itu merupakan perkataan yang akan melemahkan niat dan meretakan tekad yang kuat bahkan boleh jadi menghancurkan tekad itu sendiri. Itu adalah cobaan. Ibarat belajar, bagaimana bisa kita dapat dikatakan lulus jika tidak ada ujian yang dilalui? Demikian pula ketika kita ingin berubah. Bagaimana bisa kita dikatakan tidak egois lagi kalau tidak ada ujian yang kita lalui terlebih dahulu?
Orang yang sungguh-sungguh ingin berubah, maka tatkala ujian itu datang maka ia akan berusaha untuk terus kokoh, ia tidak akan menyerah dan berusaha untuk terus bersabar hingga akhirnya Allah menjadikannya seorang yang penyabar. Sebaliknya orang yang keinginannya untuk berubah tidak kuat atau setengah hati  maka ia akan mundur tatkala ia diberi cobaan. Sekarang tergantung kita apakah ingin merubah sikap tersebut ataukah tidak, mau jadi orang pertama atau yang kedua? Semua tergantung kita.Namun satu hal yang patut dijadikan renungan yakni jangan sampai ajal menjemput sementara hidayah yang berada di depan kita belum sempat kita raih.

Wallahu a'lamu bish showab

Akhwat's Note
Read More..

Jumat, 31 Januari 2014

Surat Untuk Ayah

Ayah…
putrimu yang masih remaja kini telah tumbuh dewasa. Ia semakin mampu melewati rintangan hidup dan berpikir bijaksana. Ia tidak lagi menjadi remaja yang berjalan tanpa arah
Ayah…
Putri kecilmu yang manja kini telah mandiri. Ia tidak merendahkan diri dengan banyak meminta kepada manusia bahkan selalu berusaha melakukan pekerjaannya sendiri walaupun sukar dirasa
Ayah…
Putrimu yang dulu masih terbata-bata membaca Kalamullah kini telah mampu membacanya dengan baik bahkan ia telah menghafalkannya. Sangat ingin ia memperdengarkan bacaannya kepadamu dan membuktikan bahwa bacaanya tidak kalah dengan bacaanmu. Sangat ingin engkau melihat dirinya yang sekarang, bagaimana ia berpikir dan bersikap serta melihat akhlak dan kesehariannya sehingga dapat membuatmu bangga

Ayah aku merindukanmu…
Empat tahun berpisah namun kenapa rasa kehilangan itu baru dapat aku rasakan sekarang? Sangat bersemangat menuntut ilmu dan merasa dekat denganNya membuatku merasa tidak membutuhkan perhatian manusia. Membuatku melupakan fithrohku sebagaimana gadis kebanyakan. Namun kini aku tersadar bahwa aku hanyalah gadis biasa. Ada suatu masa dimana aku membutuhkan manusia untuk bersandar walaupun hal itu baru dapat aku rasakan sekarang. Kesibukan membuatku melupakan kesedihan yang seharusnya kurasakan. Membutku lupa bahwa ternyata aku telah kehilangan sosok yang sangat memahamiku di bawah kolong langit, sosok yang selalu memberiku udzur tatkala orang-orang menyalahkan sikapku, sosok yang sering membuatku tersenyum tatkala aku bersedih, sosok tempatku bersandar dan berbagi kesah
Ayah aku merindukanmu…
Merindukan perlakuan yang tidak pernah lagi aku dapatkan setelah kepergianmu, rindu kasih sayang darimu, rindu kehangatan sikapmu, rindu untuk memelukmu dan menghirup wangi parfum kasturi milikmu

Ayah...
Kakak menjagaku dengan baik. Persis seperti yang dulu engkau katakan bahwa ia akan menjaga adik-adiknya jika kelak engkau telah tiada. Berada di sampingnya membuatku merasa melihatmu

Ayah tunggu aku…
Tak lama lagi aku akan menyusulmu. Lihatlah perjuanganku ! seberapa besar aku berusaha agar kita dapat kembali berkumpul sebagaimana di dunia, menjadi anak sholihah agar dapat menunggumu di depan pintu Surga dan tak akan masuk sebelum kedua orang tuanya ikut masuk bersamanya. Ayah, Maafkan aku yang tidak dapat membahagiakanmu dengan gelar tinggi di dunia sebagaimana seorang anak kebanyakan. Namun suatu saat aku akan membuatmu bangga dengan kado istimewa yang aku persiapkan untukmu disaat semua manusia berkumpul dan tertunduk kaku

''Yaa Rabb... Kumpulkanlah aku dan keluargaku dalam kenikmatan abadi sebagaimana Engkau mempertemukan dan mengumpulkan kami di dunia di atas nikmatMu"
Read More..

Jumat, 24 Januari 2014

It's Time To Rise !!!

Bangkitlah dan berhentilah bermain ! 
Lihatlah ! orang yang dulu berjalan jauh di belakangmu kini telah berjalan mendahuluimu 
Aduhai malangnya dirimu padahal tidaklah sekarang ia tampak lebih utama malainkan dikarenakan ia banyak belajar darimu

Salah satu hal yang menyedihkan ialah tatkala kita berhenti berjalan karena kepayahan yang sangat sementara orang yang berubah menjadi jauh lebih baik melalui kita terus berjalan mendahului kita
Read More..

Rabu, 22 Januari 2014

Akibat Satu Dinar yang Haram

Dalam Musnad Imam Ahmad dari Ibnu Umar -radhiyallahu 'anhuma-, diriwayatkan bahwa Rasulullah -shalallahu 'alaihi wassalaam-bersabda yang artinya, "Barang siapa membeli baju seharga sepuluh dirham yang di dalamnya terdapat satu dirham haram maka Allah Ta'ala tidak akan menerima shalatnya selama ia memakai baju itu."
Ibnu Umar -radhiyallahu 'anhu- lalu menutup telinganya dengan dua jarinya seraya berkata, "Tuli-lah kedua telingaku ini jika ini tidak benar-benar aku dengar dari Nabi -shalallahu 'alaihi wassalaam- yang telah mengatakannya."
Read More..

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku