topbella

Senin, 30 Desember 2013

Berhentilah Besedih dan Tersenyumlah

Tersenyumlah… 
Jangan bersedih lagi. Engkau tampak begitu jelek jika sedang menangis. Tak akan ada seorang priapun yang akan mendekatimu jika melihat wajah jelekmu tatkala bersedih. Hei, bukankah engkau kuat? Sungguh engkau akan tampak lebih manis jika dengan senyum di wajahmu.

Berhentilah ! Jangan menitikkan air mata lagi. Allah memiliki cara tersendiri untuk kebahagiaanmu. Skenario yang indah telah tertulis untukmu. Allah tahu yang terbaik untukmu. Cukup jalani skenarioNya dengan baik maka kebahagiaan akan datang suatu hari nanti.

Tahukah engkau, terkadang kita menganggap bahwa garis hidup kita begitu suram dan sangat buruk bila dibanding wajah-wajah ceria wanita seusiamu. Namun tahukah engkau, bahwa itu merupakan pemikiran yang salah. Ternyata takdirmu tidaklah seburuk yang engkau pikirkan. Engkau bukanlah wanita dengan takdir terburuk. Sekarang bukalah pikiranmu. Analogikan garis kehudupanmu dengan kisah berikut.

Suatu ketika seorang ibu sedang berkutat dengan kain dan benang sulamannya di atas kursi dengan kacamata menghiasi wajahnya. Tiba-tiba sang anak yang belum masuk usia PAUD menghentikan aktivitas bermainnya lalu datang menghampiri sang ibu dengan alis berkerut. Dengan wajah polos dan menggemaskannya ia bertanya

Anak      :  “ ibu sedang apa?”
Ibu  : “Ibu sedang menyulam anakku sayang.” Sembari menyunggingkan senyum tulusnya
Anak     :  “menyulam ? menyulam apa ? tidaklah aku melihat kecuali sekumpulan benang ruwet. Tidak ada gambar yang indah sama sekali.”
Sang ibu hanya tersenyum lalu menatap sang bocah dengan tatapan teduhnya seraya berkata : “Bermainlah nak. Lanjutkalah permainanmu. Nanti, kalau ibu telah selesai mengerjakannya, ibu akan memanggilmu.” Sang bocah akhirnya kembali bermain dan mengabaikan keheranannya. Ibunya yang melihat bocah mungilnya bingung hanya tersenyum sembari melanjutkan sulamannya. Tak lama kemudian, sang ibu tersenyum melihat hasil sulamannya yang telah selesai. Iapun memanggil putri kecilnya untuk memperlihatkan hasil sulaman yang tadi terlihat begitu berantakan dengan kumpulan benang yang ruwet dari arah bawah. Ketika sang anak datang, sang ibu lekas mendudukkan putri mungilnya di atas pangkuannya. Alangkah terkejutnya sang anak melihat apa yang diperlihatkan oleh sang ibu. Bagaimana tidak, kumpulan benang ruwet yang tadi ia lihat dari bawah tatkala ibunya sedang menyulam, kini berubah menjadi pemandangan yang begitu indah. Sang ibupun mengecup pipi sang anak gemas dengan ekspresinya dan merasa puas karena hasil kerjanya telah selesai dengan baik.

*** 

Begitulah kita terhadap garis hidup kita. Kita bagaikan bocah kecil yang hanya dapat melihat sulaman kehidupan kita dari bawah. Tidaklah yang tampak kecuali takdir kehidupan yang ruwet padahal tanpa kita sadari, Allah sedang menyulam kebahagiaan yang indah untuk kita di atas ‘ArsNya. Terkadang kita merasa bahwa takdir Allah begitu tidak adil. Kita merasa bahwa masalah kita adalah masalah yang paling berat. Terkadang kitapun merasa bahwa kehidupan kita tak semulus dan seberuntung gadis yang lain. Yah, itulah anggapan kita. Anggapan seorang hamba yang buta akan skenario Sang Sutradara. Tahu apa kita tanpa ilmu? Namun satu hal yang harus kita yakini, ialah bahwa Allah memiliki caraNya tersendiri untuk kebahagiaan kita. Allah Maha Penyayang. Allah tahu setiap keinginan yang terbesit di hati kita. Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya bersedih apalagi menitikan air mata disebabkan oleh suatu musibah kecuali PASTI ada hikmah di baliknya yang tidak ataupun belum kita ketahui. Saudariku, Ibu yang sangat mencintaimu tak akan tega melihatmu berlinang air mata. Ingatkah engkau, tatkala engkau berbicara dengan suara gemetar karena menahan tangisanmu, ibu yang di seberang sana juga ikut merasakan apa yang sedang engkau rasakan. Tatkala engkau menangis, ibupun akan menangis karena tidak tega melihat putrinya dalam kesedihan. Demikianpun sahabatmu. Dengan tampang iba, ia menatapmu, mendengar keluh kesahmu. Bahkan iapun ikut menitikan air mata bersamamu karena empati terhadap sahabat yang disayanginya. Lalu bagaimanakah dengan Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang ? Ketahuilah bahwa kasih sayang Allah jauh melebihi kasih sayang seorang ibu terhadap anak bayinya yang rela mati demi sang bayi. Allah Maha Penyayang. Allah Maha Mengetahui. Allah tahu yang terbaik untukmu sekalipun engkau menganggapnya buruk. Buruk dimatamu belum tentu buruk disisiNya bukan ?

 وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ 
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sekarang, berhentilah menitikan air mata. Tersenyumlah ! Because u have Allah and will be nice in its time

^^
Read More..

Minggu, 15 Desember 2013

Diam Itu Emas


 "Jika engkau duduk bersama orang bodoh, maka diamlah. Jika engkau duduk bersama ulama maka diamlah. Sesungguhnya diammu di hadapan orang bodoh akan menambah kebijaksanaanmu dan diammu di hadapan ulama akan menambah ilmumu."

[Hasan al Basri]
Read More..

Jumat, 06 Desember 2013

Love Because اللهُ

Inilah sebuah rasa khusus untuk mereka yang menjadi bagian dalam lembar kehidupannya...
Boleh saja ia sedang berada dalam keramaian,
Boleh saja jasad berada di tengah-tengah saudari seiman,
namun hatinya terus saja bersama mereka.
Saudari yang selama ini menjadi penyemangat dalam perjalanannya...
Sungguh, jikalau ada ratusan bahkan ribuan akhwat yang datang kepadanya dan siap merangkulnya untuk berjalan bersama mereka dengan sepenuh hati, sementara di seberang jalan sana ada seorang akhwat yang sedang menunggu, niscaya kan ditinggalkannya ribuan akhwat tersebut dan berjalan menuju seorang akhwat di seberang jalan sana dan menggenggam erat tangannya menuju kampung halaman abadi. Sebab ia tahu, bahwa akhwat tersebutlah saudarinya yang sesungguhnya.
Saudari yang ia pilih bukan karena cantiknya, bukan karena harta dan nasabnya, dan bukan pula hanya karena kebaikannya

Namun karena MANHAJUL HAQ ia memilihnnya


Bantul, Januari 2012
Read More..

Miss U My Beloved Sister

Huft, akhirnya hal yang sangat ku khawatirkan terjadi sudah. Entah mengapa setelah berbicara dengannya serasa badan menjadi lemas.
Kalau bukan desakan orang yang telah melahirkanku di dunia ini, tentu aku tak akan menghubunginya. Bukan karena tak ingin, namun karena ketidaksiapanku. Entahlah, dengan sangat terpaksa akhirnya kuberanikan diri menekan tombol call setelah mencoba menenangkan diri sejenak dengan lantunan murottal. Akhirnya terdengarlah suara itu. Suara yang aku rindukan. Baguslah, karena tak ada yang berubah dari keluarga itu. Selalu bisa menenangkan hati.
Belum cukup 3 menit berbicara, orang di ujung sana mengatakan sesuatu yang membuatku sangat bersedih. Berduka dengan kondisi diri yang terjebak. Sungguh sangat ingin ku katakan apa yang sebenarnya tersimpan di hati. Sangat ingin mengeluarkan seluruh apa yang selama ini tersimpan. Akhirnya tanpa ia ketahui pertahananku jebol. Air mata itu tak bisa untuk tak keluar. Setidaknya dengan itu akhirnya aku dapat mengeluarkan seluruh isi hati, walau hanya dengan air mata. Ah, kuingin beliau tahu bahwa aku sangat merindukannya. Dan kuingin beliau tahu bahwa ia dan keluarganya sering kubawa dalam setiap sujudku. Mengapa terlalu menyakitkan? Seolah terjebak dalam sebuah pilihan. Namun satu hal yang sangat ingin ku katakan yaa Ummu Fulan, bahwa Aku Masih Seperti yang Dulu dan Tak Berubah !! 

 Raha, 19 Ramadhan 2012
Read More..

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku