topbella

Jumat, 12 Agustus 2016

Coretan Sahabat

Tak kusangka secepat ini. Terima kasih ya Allah pernah menjadikannya bagian dalam perjalanan hidupku. Melaluinya Engkau menjagaku. Melaluinya tak Engkau biarkan aku sendiri dan kesepian. Bersamanya Engkau ajarkan aku banyak hal mengenai kehidupan. Merasakan apa yang selama ini ingin kurasa, belajar membuang ego dan lebih banyak bersyukur. Ya Allah terima kasih...

Hai bocah jelek...
Gak nyangka ya endingnya gini. Semangat ya, sehat selalu.
Kalau ada masalah curhat sama Allah the first, baru jangan lupa curhat ke ana juga, hehe... Jaga kesehatan. Mulai sekarang harus belajar mandiri. Berjalan dengan kaki sendiri. Ingat, kita masih punya Allah. Jangan sombong dengan tidak mau sholat dan berdo'a seakan-akan kita tidak butuh Allah. Kalau sakit nangis aja gapapa, jangan ditahan. Rajin sholat, selalu berdo'a "Ya Allah, dekap aku. Jangan pernah lepaskan dekapanMu dariku. Ya Allah, jaga aku. Jika bukan Engkau yang menjaga ku, maka siapa lagi yang akan menjagaku? Ya Allah, sayangi aku. Jika bukan Engkau yang menyayangiku di dunia ini, maka siapa lagi yang akan menyayangiku? Ya Allah, sembuhkan aku. Angkatlah seluruh penyakit yang selama ini kuderita. Ya Alah, jika buka Engkau yang menyembuhkanku maka siapa lagi yang akan menyembuhlanku?"

Saudariku...
Aku mendekatimu karena Allah, dan kini aku melepaskanmupun karena Allah... Semangat! ^_^ Semoga ini menjadi awal yang baik untuk semakin dekat denganNya, karena hidup ini ialah tentang bagaimana kita bisa terus berada diatas jalan dan ridhoNya ^^ uhibbuki fillah. Semoga Allah mempertemukan kita kembali di SurgaNya... Uhibbuki fillah adek manja ^_^

Read More..

Rabu, 03 Agustus 2016

Karena Tulus Itu Tanpa Sakit Hati, Tanpa Kecewa

Saat dulu mengenalmu, yang pertama kali muncul dibenaku adalah "what a pity girl". Keluarga yang tak harmonis, kekerasan, pelecehan, pergaulan bebas. Tak ada yang tau bahwa engkau begitu rapuh, sering kasihan saat melihat teman-teman suka seenaknya padamu, dan engkau dengan segala ketakutanmu yang selalu mengikut. Tanpa engkau sadari sebenarnya engkau memiliki gangguan mental dan itu harus disembuhkan. Tak hanya itu, fisikmu yang selalu sakit pun turut membuatku iba, jauh dari orang tua dan tanpa teman yang memperhatikan. Begitu sedih rasanya saat engkau sering datang ke kamar dan duduk dilantai dekat kasurku, mendekatkan kepalamu hanya untuk dielus. Hal kecil tapi begitu berarti bagi mereka yang tak memiliki figur orangtua. Berawal dari "bagaimana kalau aku ada diposisi itu?" akupun mulai mengajakmu melepas penat. Masih ingat kebun mangunan? Hanya untuk mengajarkanmu melalui alam. Tak kusangka engkau menangis dengan begitu lepas, mengeluarkan seluruh beban. What a pity girl... Saat itulah aku mulai meluangkan waktu untukmu dengan harapan agar kamu tahu bahwa kamu tidak sendiri dan kamu pasti bisa berubah. Berharap dengan berbagi ilmu dan pengalaman engkau bisa menjadi lebih baik walaupun aku sendiripun masih jauh dari kata baik. Tapi tak masalah, bagiku hidup ini ialah tentang bagaimana kita berbagi dan menyayangi.

Singkat cerita, yang kuinginkan ialah engkau yang tak sholat menjadi sholat dengan kesadaran sendiri. Itulah mengapa aku sangat jarang mengajakmu sholat selain karena engkau yang masih enggan, juga karena sholat merupakan kesadaran jiwa. Berbulan-bulan aku coba memahami, "berubah itu butuh proses". Aku optimis engkau bisa menjadi lebih baik. Berbulan-bulan engkau dengan sikapmu dan aku dengan pemaklumanku.

Kawan, kalau pertemanan itu hanya untuk have fun, lama berteman denganmu tidaklah masalah.
Engkau begitu lucu, baik. Tapi pertemanan itu ialah bagaimana agar kita semakin taat kepadNya dan jauh dari kelalaian. Tadi pagi saat melihatmu video callan di sampingku, tanpa hijab dan dengan suara manjamu begitu membuatku sedih. Bukan masalah video callannya, tapi karena engkau tanpa hijab. Dengan tanpa risih, engku biarkan dia melihat auratmu yang seharusnya hanya untuk mahrom dan suamimu kelak. Begitu senang rasanya saat dulu engkau mau berhijab, saat dirumhpun engkau ingin berhijab. Senang. Tapi ternyata tak sesuai harapan. Saat kemarin keluar ngedate pun engkau tanpa hijabmu. Begitu kecewa, namun aku berusaha maklumi. Akupun tak melarangmu pacaran, bahkan aku sering membantu membalas pesan si doi karena aku tau, perubahan itu butuh proses, butuh teman untuk saling menguatkan. Tapi ternyata usahaku sia-sia atau mungkin lebih tepatnya belum berhasil. Kupikir engkau akan berubah sedikit-demi sedikit. Tapi ternyata... Yah begitulah, aku lupa bahwa hidayah itu berhubungan dengan hati dan Allahlah yang memiliki hati manusia.

Kawan, berbulan-bulan telah kucoba mengajakmu berjalan bersama denganku, turut menyertakanmu dalam doaku tanpa engkau tau. Meninggalkan orang-orang yang begitu menyayangiku, hingga rutinitasku tak lagi sama seperti dulu hanya karena mu, berharap dengan itu amal jariyah kan kudapat.

Kawan, kuizin pamit. Undur diri karena usahaku belum membuahkan hasil. Bukan karena kecewa, tidak. Namun kusadar, telah banyak yang kugadaikan selama ini dan waktu semakin berkurang. Kita saudara dan dan akan terus seperti itu. Tak akan berubah rasa sayang dan perduliku walau tak sedekat dulu. Semangat, semoga hidayah segera menyapmu dan Allah mengangkat seluruh penyakit yang selama ini engkau rasakan. Semangat, kita masih memiliki orang-orang yang menyayangi kita apa adanya dan mau diajak menuju kebaikan, istiqomah bersama. Inilah tentang bagaimana berbuat baik dengan tulus, tanpa kecewa jika ada sesuatu yang tak sesuai dengan hati. Ikhlas. Karena ikhlas itu adalah kebaikan tanpa perlu sakit hati, tanpa kecewa. Uhibbuki bocah... 
Read More..

Selasa, 10 Mei 2016

Jalan Panjangku Meniti Jalan-Mu (Part 3)

Tujuh tahun...
Tak terasa tujuh tahun sudah kucoba berjalan dijalanNya. Terpuruk, down, berkali-kali jatuh, berkali-kali bangkit, hingga berada dipuncak keimanan telah kulalui. Mulai dari dua bulan gak pegang mushaf, berbulan-bulan gak muroja'ah sampe gak pengen sholat, sampe setiap saat nangis walau di kamar mandi saking rindu akhirat pun pernah aku rasakan. Terkadang ingin menyerah, capek juga taat mulu. Sabar mulu. Tak jarang rasa gersang dan kesepian pun menyertai saat diri ini mencoba menahan hawa nafsu dan berbagai keinginan duniawi agar tetap berada dikoridorNya.

Ingin kembali kemasa awwam dulu, hura-hura, traveling sesuka hati tanpa ada perang batin karena urusan mahrom, melakukan banyak hal tanpa harus terbebani karena sudah tau hukumnya. Nongkrong, foto sana sini, kumpul bareng temen-temen cowok. Yah, pernah sempat terlintas keinginan seperti itu. Apalah aku kecuali tetap manusia biasa.

Tapi buat apa???
Sekedar have fun doang???
Seneng-seneng dalam maksiat, kerudung pendek, tabarruj padahal sudah tau hukumnya trus kalau meninggal besoknya piye??? Disitu terkadang saya merasa galau ^_^
Telah banyak hal yang ditinggalkan. Telah banyak hal yang ditanggalkan. Masa mau mundur???

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata,
“Demi Dzat Yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, menegakkan As-Sunnah itu berada di antara dua kelompok. (Kelompok) yang ghuluw dan (kelompok) yang bersikap meremehkan. Maka bersabarlah kalian di dalam mengamalkan As-Sunnah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa merahmati kalian. Sesungguhnya pada waktu yang lalu Ahlus Sunnah adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Maka demikian pula pada waktu yang akan datang, mereka adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang tidak mengikuti kemewahan manusia. Tidak pula mengikuti kebid’ahan manusia. Mereka senantiasa bersabar di dalam mengamalkan As-Sunnah sampai bertemu dengan Rabb mereka. Maka hendaknya kalian pun demikian.” (Syarah Ath-Thahawiyyah, 2/326 )

"Sesungguhnya dunia ialah negeri yang mencemaskan. Adam diturunkan kepadanya tak lain sebagai hukuman atasnya. Ketahuilah, sesungguhnya keadaan dunia tak seberapa, barangsiapa memuliakannya, hinalah dia. Setiap saat selalu ada yang binasa disebabkan dunia. Maka jadilah engkau laksana orang yang mengobati lukanya, ia bersabar akan rasa sakit (ketika mengobati), karena khawatir musibahnya akan berkepanjangan.” (Hasan Al Bashri -rahimahullah-)

Dan kini?
Alhamdulillah Allah masih memberikan hidayahNya. Masih bisa berhijab saat praktek klinik Rumah Sakit, masih bisa ngaji ditengah-tengah tugas perkuliahan dan target kelulusan. Masih tahan gak chat sama lawan jenis juga sampe datang yang halal *he

Hmm, tujuh tahun. Begitu tak terasa. Semoga bisa terus berada dalam hidayah dan dekapanNya hingga penghujung waktu. Aamiin

مداني، ١٠-٥-٢٠١٦
Read More..

Minggu, 06 Maret 2016

No Title 2

Sangat ingin mengulang waktu...
Yah walaupun itu mustahil...
Yaa RAbb, sangat ingin mengulang waktu...
Masih pantaskah lisan ini mengeluarkan nasehat??
Masih pantaskah diri ini mengajak kepada kebaikan??

Yaa Rabb...
Ighfirly...
Maafkan aku yang berjalan terlalu jauh dariMu
Maafkan aku yang melukai diri sendiri begitu dalam
Ya Rabb...
Izinkan aku merinduiMu
Izinkan aku mencintaiMu lebih dalam dari kemarin
Izinkan aku untuk kembali dekat denganMu

Aku Rindu...
Rindu dekat dengaMu
Saat tak Kau biarkan rasa galau menghampiriku
Saat tak Kau biarkan kesedihan dunia menghinggapiku
Saat tak Kau biarkan ujian melemahkanku

Saat-saat itu, biasakah aku rasakan kembali?
Bisakah aku kembali dalam dekapan kasihMu sebelum waktuku usai?

Read More..

Kamis, 10 Desember 2015

My Family My Strength

Jika ditanya sumber kekuatan terbesarku, maka jawabannya adalah keluarga...

Dari keluarga penuh kasih itulah aku belajar untuk terus menyayangi

Dari keluarga disiplin itulah aku belajar akhlak-akhlak mulia

Dari keluarga harmonis itulah aku merasakan betapa nikmatnya berjuang bersama

Dari keluarga yang terus diuji itulah aku merasakan betapa indahnya sebuah kesabaran

Dan dari keluarga tangguh itu aku tahu bahwa dunia bukanlah persimpangan terakhir
                        🌠🌠🌠

Teruntuk keluarga tercintaku...

Jangan bosan untuk saling mengingatkan...
Jangan letih untuk berjuang...
Jangan menyerah dengan kesakitan...
Karena sejatinya dunia adalah penjara bagi orang mu'min dan surga bagi orang kafir...


Read More..

Senin, 02 November 2015

Do'a

Ya Allah, 

jika rasa sakit ini dapat membuatku dekat dan selalu mengingatMu 

maka biarkanlah rasa sakit ini

Karena hanya dengan rasa itulah aku dapat merasakan 

bahwa dunia tak sehambar yang aku kira
 

Read More..

Minggu, 21 Juni 2015

Late Post

A : Syah, yang tadi ganteng nggak??

Saya : yang mana mb??? *sambil main hp*

A : Ih, kamu gimana sih. Itu lho, yang barusan ngajak ngobrol. Lesun pipinya cakep kan???

Saya : Emang tadi punya lesun pipi ya mb??? *masang wajah polos*

A : tau ah! *sambil lanjut makan*

A : kamu min kan? kok ke RS gk pernah pake kacamata???

Saya : pengen aja mb, kurang nyaman soalnya *senyum*


ngeles.com
 //padahal sebenarnya pengen jawab "iya, sengaja. Soalnya disini cwo berkeliaran dimana_mana"
>alhamdulillah min, secakep apapun yah gak jelas wajahnya<<
Read More..

Selasa, 02 Juni 2015

Ikhwan Juga Manusia

Hei ! kau…
Ya, kau… Ikhwan “ahlus sunnah”
Bukankah dahulu engkau terkenal alim???
Bukankah dahulu engkau merupakan ikhwan yang begitu bersemangat di atas sunnah???

Hei ! kau…
Ya, kau… ikhwan “ahlus sunnah”
Bukankah dulu engkau begitu takut dengan maksiat???
Bukankah dulu engkau begitu dekat dengan alqur’an???


Kau…
Bukankah dulu engkau begitu takut berhubungan dengan seorang akhowat??
Bukankah dulu engkau tak terbiasa berbicara berdua dengan seorang akhowat??
Mengapa kini engkau berubah???
Sedahsyat itukah virus merah jambu menyerangmu???
Sememabukan itukah hingga membuatmu berjalan menjauh dari jalanNya???

Padahal, tidakkah engkau melihat istana yang engkau bangun dengan ketaqwaan telah hampir selesai?
Lihatlah, istana itu telah engkau hancurkan tanpa engkau sadari, istana yang telah engkau bangun dengan susah payah…
Sadarlah, engaku telah berjalan diluar jalur pulang menuju surgaNya…

Pesanku untukmu wahai saudaraku,
Bangkitlah…
Kembalilah menjadi sosok tangguh dan bersemangat seperti dahulu, bukan ikhwan yang mulai lemah karena seorang akhowat…

Bangkitlah…
Mulailah untuk mengembalikan serpihan-serpihan iman…
Kembalilah untuk membangun istana yang tanpa engkau sadari telah hancur berantakan…
Mintalah pertolongan Allah, jangan biarkan dirimu berakhir dengan menyedihkan…

Semoga Allah melindungimu dan menjaga hati kalian berdua

SEMANGAT !!!
GO…go..go... !!!


Bacaan Terkait :
Akhowat Juga Manusia 

Status Terlarang 
Read More..

Kamis, 28 Mei 2015

Semangat Bangkit

Tatkala engkau memutuskan untuk berhenti berjalan diatas jalan dakwah dan melepaskan sabuk keistiqomahan, tengoklah kebelakang…

Betapa banyak pengorbanan yang telah engkau lakukan, betapa banyak keindahan dunia yang telah engkau tinggalkan dan abaikan, betapa banyak air mata yang telah menetes , dan betapa banyak rasa pahit dan perjuangan yang telah engkau lalui. Apakah engkau hendak membuat semua itu berakhir sia-sia? Apakah engkau rela menghancurkan istana yang telah susah payah engkau bangun dengan material ketaqwaan? Apakah engkau rela merobohkannya?

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
“Muslim yang kuat lebih Allah cintai dari muslim yang lemah. Namun keduanya memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas apa-apa yang baik bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau lemah”


Bertahanlah…

Bersabarlah sedikit lagi…

Saat terjatuh, berdiri lagi! Kalah, bangun lagi! Gagal bangkit lagi!

Engkau hadir di bumi dalam keadaan mulia, bersih, tanpa noda. Maka kembalilah dalam keadaan mulia sebagaimana kedatanganmu…

akhwatsnote.blogspot.com

Read More..

Selasa, 12 Mei 2015

Manusia Itu Lemah

Terkadang malu, ketika orang yang baru mengenal sunnah jauh lebih berpemahaman hanif dan istiqomah dibanding orang yang telah lama mengenal sunnah. Sedih, ketika yang "pernah" berstatus santri kini seperti tak ada bedanya dari orang yang belum mengerti agama.

Lalu, untuk orang yang lalai dan mulai menyimpang apakah harus dijahui??? Apakah harus dicaci dan diceritakan keburukannya???

Sungguh boleh jadi kita belum melewati fase yang telah mereka lewati dalam kehidupan, dan bukankah kadar kekuatan seorang hamba itu berbeda-beda??? Bukankah asalnya manusia itu memang lemah???

Untuk saudariku yang masih diberi keitiqomahan, bersyukurlah. Jagalah kemuliaan itu. Jangan pernah takut merasakan pahitnya kehidupan sebab kemuliaan itu datang setelah kepahitan.


 Ketika engakau tak mampu dan merasa berat untuk melakukan kebaikan, setidaknya berusahalah agar tidak melakukan maksiat.
Read More..

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku