topbella

Selasa, 28 Mei 2013

Jadilah Wanita Bahagia

Kebahagiaan yang hakiki adalah kerelaan hati, kelegaan nurani, ketenangan jiwa, kelapangan dada, keluhuran dan kesantunan perilaku yang disertai rasa syukur atas apa yang diberikan Allah.

Ketahuilah, seorang wanita yang tinggal di rumah kayu dan hanya bisa memakan roti sya'ir (gandum), tetapi ia selalu bersanding dengan al Qur'an dan senantiasa bersyukur, maka ia akan lebih bahagia dari seorang wanita yang hidup di sebuah menara gading, akan tetapi ia tidak mengenal Rabbnya, dan tidak pernah mengikuti sunnah RasulNya. Mengapa? Sebab hanya dengan mengingat, bertaqwa dan senantiasa bersyukurlah hati akan menjadi tenang. Sedangkan hati yang tenang akan mengantarkan kepada kebahagiaan. Lihatlah wanita-wanita di luar sana! Boleh jadi mereka tertawa, boleh jadi mereka berhura-hura, boleh jadi mereka menikmati rutinitas yang jauh dari mengingat Allah, namun tanyalah apakah mereka merasa bahagia??? Apakah yang mereka dapatkan dapat menentramkan hati dan melapangkan dada??? TIDAK !! Kecuali yang Allah kehendaki. Tidaklah apa yang mereka rasakan kecuali kesenangan maupun kegembiraan semata, bukan kebahagiaan !! Saudariku, renungkanlah makna kebahagiaan yang hakiki ! Bukan makna kebahagiaan yang sempit dan menyesatkan seperti yang dipikirkan kebanyakan orang bahwa kebahagiaan itu adalah dolar, dinar, dirham, kasur yang empuk, pakaian yang indah, makanan yang lezat dan kendaraan yang mewah. Bukan... Karena kebahagiaan itu adalah rahmat yang terletak di hati yang sehat. Wallahu a'lam bish shawaab
Read More..

Sabtu, 18 Mei 2013

Status Terlarang

Ketahuilah bahwasanya salah satu perkara yang akan menjatuhkan kita kejurang perzinahan adalah  " pacaran". Padahal Allah Ta'ala berfirman yang artinya : “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32).
Saudariku.... zina bukan saja engkau berhubungan suami istri, namun pandanganmu kepada yang bukan mahram adalah zina. Ingatkah engkau hadits ini...
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang artinya :

"Telah ditulis bagi setiap bani Adam, bagian dari zina. Pasti dia akan melakukannya. Kedua mata, zinanya adalah memandang. Kedua telinga, zinanya adalah mendengar. Lidah (lisan), zinanya adalah berbicara. Tangan, zinanya adalah memegang. Kaki, zinanya melangkah sementara. Qalbu berkeinginan dan berangan-angan maka kemaluanlah yg membenarkan (merealisasikan) hal itu atau mendustakannya." (HR. Al- Bukhori [5889] dari Ibnu Abbas dan Muslim [2657]) 

Wahai saudariku...
Tinggalkanlah status terlarang dan gapailah kemuliaan. Jika engkau benar-benar mencintai seorang pemuda, mengagumi keshalihan dan ketampanannya, maka tahanlah... Simpan dan diamlah. Karena diammu adalah bukti cintamu kepadanya. Diammu akan menyelamatkannya dari kotoran hati. Sebagaimana dirimu wahai saudariku fillah, bagaimanakah perasaanmu tatkala mengetahui ada seorang pemuda yang tertarik kepadamu? atau secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya kepadamu? Engkau yang tadinya tidak menyimpan perasaan apapun mungkin saja akan berbunga-bunga. Apalagi jika ternyata sang pemuda memiliki rupa yang tampan. Padahal, ketahuilah wahai saudariku..... Pemuda yang shalih , benar-benar berilmu dan mengamalkan ilmunya dengan benar, maka ia tidaklah mencari dan mendekati pintu zina yang akan mengotori hati dan jiwanya. Jika ia benar-benar mencintaimu, maka lelaki shalih akan diam. Karena diamnya adalah bukti cintanya yang sesunguhnya. Sebab ia tak ingin mengotori hati wanita yang kelak akan dijadikan pendamping hidup dan permaisuri hatinya.

***
Read More..

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku