topbella

Selasa, 10 Mei 2016

Jalan Panjangku Meniti Jalan-Mu (Part 3)

Tujuh tahun...
Tak terasa tujuh tahun sudah kucoba berjalan dijalanNya. Terpuruk, down, berkali-kali jatuh, berkali-kali bangkit, hingga berada dipuncak keimanan telah kulalui. Mulai dari dua bulan gak pegang mushaf, berbulan-bulan gak muroja'ah sampe gak pengen sholat, sampe setiap saat nangis walau di kamar mandi saking rindu akhirat pun pernah aku rasakan. Terkadang ingin menyerah, capek juga taat mulu. Sabar mulu. Tak jarang rasa gersang dan kesepian pun menyertai saat diri ini mencoba menahan hawa nafsu dan berbagai keinginan duniawi agar tetap berada dikoridorNya.

Ingin kembali kemasa awwam dulu, hura-hura, traveling sesuka hati tanpa ada perang batin karena urusan mahrom, melakukan banyak hal tanpa harus terbebani karena sudah tau hukumnya. Nongkrong, foto sana sini, kumpul bareng temen-temen cowok. Yah, pernah sempat terlintas keinginan seperti itu. Apalah aku kecuali tetap manusia biasa.

Tapi buat apa???
Sekedar have fun doang???
Seneng-seneng dalam maksiat, kerudung pendek, tabarruj padahal sudah tau hukumnya trus kalau meninggal besoknya piye??? Disitu terkadang saya merasa galau ^_^
Telah banyak hal yang ditinggalkan. Telah banyak hal yang ditanggalkan. Masa mau mundur???

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata,
“Demi Dzat Yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, menegakkan As-Sunnah itu berada di antara dua kelompok. (Kelompok) yang ghuluw dan (kelompok) yang bersikap meremehkan. Maka bersabarlah kalian di dalam mengamalkan As-Sunnah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa merahmati kalian. Sesungguhnya pada waktu yang lalu Ahlus Sunnah adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Maka demikian pula pada waktu yang akan datang, mereka adalah golongan yang paling sedikit jumlahnya. Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang tidak mengikuti kemewahan manusia. Tidak pula mengikuti kebid’ahan manusia. Mereka senantiasa bersabar di dalam mengamalkan As-Sunnah sampai bertemu dengan Rabb mereka. Maka hendaknya kalian pun demikian.” (Syarah Ath-Thahawiyyah, 2/326 )

"Sesungguhnya dunia ialah negeri yang mencemaskan. Adam diturunkan kepadanya tak lain sebagai hukuman atasnya. Ketahuilah, sesungguhnya keadaan dunia tak seberapa, barangsiapa memuliakannya, hinalah dia. Setiap saat selalu ada yang binasa disebabkan dunia. Maka jadilah engkau laksana orang yang mengobati lukanya, ia bersabar akan rasa sakit (ketika mengobati), karena khawatir musibahnya akan berkepanjangan.” (Hasan Al Bashri -rahimahullah-)

Dan kini?
Alhamdulillah Allah masih memberikan hidayahNya. Masih bisa berhijab saat praktek klinik Rumah Sakit, masih bisa ngaji ditengah-tengah tugas perkuliahan dan target kelulusan. Masih tahan gak chat sama lawan jenis juga sampe datang yang halal *he

Hmm, tujuh tahun. Begitu tak terasa. Semoga bisa terus berada dalam hidayah dan dekapanNya hingga penghujung waktu. Aamiin

مداني، ١٠-٥-٢٠١٦

0 ulasan :

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku