topbella

Senin, 14 Juli 2014

Tidakkah Engkau Merindukan Iman yang Dahulu Pernah Bersemi dan Menyinari Jiwamu ???

Salah satu hal yang menyedihkan ialah 
tatkala kita berhenti berjalan karena kepayahan yang sangat,
sementara orang yang berubah menjadi jauh lebih baik melalui kita terus berjalan mendahului kita

Dahulu, ada seorang akhowat yang terkenal dengan semangatnya yang kuat untuk menuntut ilmu dan kebenciannya yang besar terhadap maksiat dan penentang sunnah. Istiqomah dengan hijabnya, hingga tak jarang menularkan kebaikan kepada sekitarnya. Kini, yang terlihat adalah sebaliknya. Ia jauh dari kehidupannya yang dahulu. Sedih ? Mungkin sejujurnya dia lebih sedih dari kesedihan orang lain terhadap dirinya.



Maka janganlah berbangga diri dan janganlah melecehkan saudarimu yang terlepas dari keistiqomahan, karena sungguh kita tak tahu seberapa besar kekuatannya yang tersisa untuk tetap bertahan.


Saudriku, tatkala iman itu tumbuh bersemi dan memenuhi seluruh jiwamu, maka jagalah dari segala hal yang bisa mengotorinya. Jangan pernah biarkan indahnya iman itu pergi. Jika ia berkurang, maka raihlah kembali sesegera mungkin karena tatkala manisnya iman itu hilang, boleh jadi ia tak akan datang lagi dengan kadar yang sama ataupun lebih banyak dari sebelumnya. Jangan sampai kita menjadi orang yang tatkala melihat kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang Shalih, tak ada yang mampu kita katakan kecuali “sesungguhnya dahulu akupun demikian” atau ”sesungguhnya dahulu aku pun melakukan sebagaimana yang ia lakukan bahkan lebih baik dari dirinya”

Sungguh, alangka malangnya jika kata-kata itu keluar dari lisan kita. Menangisi iman yang dahulu menyinari jiwa dan perjalanan menuju Ar Rohman yang kini sulit untuk kembali dengan kadar yang sama besarnya seperti dulu. Bahkan mungkin saja tanpa kita sadari ia telah pergi meninggalkan kita dalam belenggu nafsu dan syahwat. Na’udzubillah…
Lalu, apa yang harus aku lakukan???

Rindu…
Jika engkau merasa belum mampu untuk meraihnya kembali, setidaknya rindukanlah ia. Rindukanlah masa-masa dimana iman itu bersemi dan menyinari perjalananmu dalam dakwah ini. Kenanglah masa-masa dimana engkau merasa dekat denganNya dan selalu melakukan hal-hal positif. Rindukanlah semangat yang dulu begitu membara dalam dirimu untuk melakukan kebaikan. Karena tatkala rasa itu telah hilang dan engkau bahkan tidak merindukannya lagi, maka bersiap-siaplah untuk melihat kehancuran istana yang selama ini telah engkau bangun dengan susah payah. Karena yang dilihat dalam suatu perjuangan adalah akhirnya. Demikian pula yang dilihat dari suatu perjalanan ialah tempat terakhir ia berlabu.

Jika tidak ada pertolongan Allah pada seorang hamba,
Maka hal pertama yang ia butuhkan ialah kesungguhan dalam berupaya
Dan yakin bahwa seiringan itu pertolongan Allah akan datang untuknya


Wallahu A’lamu Bish Shawaab

2 ulasan :

Khonsa09 mengatakan...

Jazaakillahu khoiron katsiron 'ala nashihatik yaa ukhty
'asallah an yajma'ana fil jannati firdaus. amiin

Akhwat's Note mengatakan...

Allahumma amiin. wa jazaakumullahu khoyr ukh^^

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Akhwat's Note
Just an ordinary girl...
Lihat profil lengkapku